
Invalid Date
Dilihat 21 kali

SID, USO - Pemerintah Desa Uso melalui Kepala Desa Uso bersama Kelompok Tani Wanita (KWT) Batuki mae turut berpartisipasi dalam Pelatihan Pertanian Terpadu Berbasis Inovasi dan Peningkatan Produktivitas yang diselenggarakan di Community Learning Center (CLC) PT Donggi Senoro - LNG (DSLNG) pada hari Rabu (1/7).
Kegiatan yang diinisiasi oleh manajemen DSLNG, diwakili oleh Berkatdo Saragih dan rekan-rekan, turut hadir berbagai kelompok tani dampingan PT Donggi Senoro LNG dan OISCA. Di antaranya adalah Kelompok Tani Malaulu Star (Desa Honbola), Kelompok Kolektif Tolitan (Desa Babang Buyangge), Kelompok Kumela (Desa Samadoya), serta perwakilan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Batui dan Kintom.

Acara diawali dengan safety briefing dan doa bersama. Dalam sambutannya, Berkatdo Saragih menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pertanian dari masing-masing kelompok tani.
"Pengetahuan mengenai komposisi Pupuk Organik Cair (POC) misalnya, diharapkan dapat secara langsung membantu meningkatkan kualitas dan hasil pertanian masyarakat," ujar Berkatdo mewakili manajemen DSLNG.
Kepala Desa Uso, Nasrullah A. Uka, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan BPP. Ia berharap pelatihan ini tidak berhenti pada tahapan seremonial semata.
“Harapan kami dari pemerintah desa, kerja sama ini membuahkan hasil, terutama agar kita lebih yakin memanfaatkan pupuk hasil olahan sendiri dibandingkan pupuk pabrik. Saya sendiri, meskipun biasa bertani, dengan adanya pendampingan demplot yang dilaksanakan oleh DSLNG bersama KWT, menjadi lebih paham mengenai berbagai hama yang bisa menekan hasil produksi pertanian,” jelas Nasrullah.

Dukungan senada juga disampaikan oleh perwakilan BPP. Rusli dari BPP Batui berharap agar pengetahuan yang didapatkan peserta dapat segera diimplementasikan di kelompok masing-masing. Sementara itu, Nurlaela Bayan dari BPP Kintom menambahkan bahwa kegiatan yang mengombinasikan materi dan praktik ini sangat krusial untuk meningkatkan kompetensi kelompok tani melalui berbagi pengalaman.
Untuk mengukur pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pre-test sebelum memasuki pemaparan materi utama. Terdapat empat sesi materi yang disampaikan oleh para praktisi dan penyuluh, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk kompos dan Pupuk Organik Cair (POC):
Sesi 1: Optimalisasi Lahan dengan Sistem Pertanian Irigasi Tetes oleh Suriani Nansiang & Reni Arianti Niling (KWT Batukimae Uso).
Sesi 2: Teknik Pemindahan Tanaman ke Media Tanam Produktif oleh Rastiman (PT Indocater).
Sesi 3: Pemanfaatan Limbah Organik melalui Pembuatan Pupuk Kompos oleh Muhammad Yasin (PPL BPP Kecamatan Batui).
Sesi 4: Pemanfaatan Limbah Organik melalui Pembuatan Pupuk Organik Cair oleh Zulkarnain K. Asil (PPL BPP Kecamatan Kintom).

Secara keseluruhan, pelatihan ini merangkum penyuluhan pertanian komprehensif mulai dari penerapan sistem irigasi tetes, optimalisasi pertumbuhan melalui media tanam, hingga manajemen limbah organik.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para petani dapat mendorong praktik budidaya pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, mandiri, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber dan peserta, serta serah terima bantuan dukungan cairan EM4 kepada perwakilan masing-masing kelompok tani untuk mendukung implementasi pembuatan pupuk organik di desa mereka.
(Source: Text ini di generate melalui AI)
Bagikan:

Desa Uso
Kecamatan Batui
Kabupaten Banggai
Provinsi Sulawesi Tengah
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini