Logo

Desa Uso

Kabupaten Banggai

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

Sinergi Tingkatkan Populasi Maleo: Pemdes Uso dan Lembaga Adat Serahkan Telur ke Konservasi PT PAU

Merawat Asa Maleo: Pemdes Uso dan Lembaga Adat Serahkan Telur ke Konservasi PT PAU

Invalid Date

Ditulis oleh Ridha Risma Yunita

Dilihat 764 kali

Sinergi Tingkatkan Populasi Maleo: Pemdes Uso dan Lembaga Adat Serahkan Telur ke Konservasi PT PAU

SID, Uso – Komitmen berkelanjutan menjaga populasi satwa endemik Sulawesi berstatus sangat terancam punah, Pemerintah Desa Uso bersama Lembaga Adat secara resmi menyerahkan kembali 7 butir telur burung Maleo (Macrocephalon maleo) kepada fasilitas konservasi PT Panca Amara Utama (PAU). Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Uso, Ketua BPD Uso, Lembaga Adat Uso, Pihak PT PAU sebagai penyelenggara, Camat Batui serta stakeholder terkait (Rabu, 28/01/2026).

Langkah menyerahkan telur maleo kepada konservasi oleh Pemerintah Desa Uso dan Lembaga Adat dipandang sebagai keputusan yang tepat untuk keberlangsungan hidup maleo. Berdasarkan data, burung Maleo saat ini dikategorikan sebagai Critically Endangered (Sangat Terancam Punah) oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature/Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam). Upaya konservasi dengan meniru kondisi alam dalam proses inkubasi diharapkan dapat mengejar ketertinggalan populasi Maleo yang merosot tajam.

 

Telur-telur ini secara spesifik ditemukan dan dikumpulkan dari wilayah Diongan Dusun 2, Desa Uso (Jalan Lingkar Atas), yang juga merupakan salah satu tempat situs adat Desa Uso, terdapat satu rumah adat di wilayah tersebut. Penemuan telur ini dianggap sebagai sebuah keberkahan bagi masyarakat Desa Uso dan menjadi sinyal positif pulihnya ekosistem lokal terutama bagi habitat burung Maleo.

"Dari total 13 butir telur yang terkumpul di wilayah Diongan, 6 butir telah kami serahkan ke penangkaran sebelumnya, Maleo Center PT DSLNG. Hari ini, 7 butir lagi kami serahkan ke PT PAU. Penambahan satu butir secara tak terduga sebelum penyerahan menjadi simbol komitmen kami bahwa upaya pelestarian ini akan terus berkelanjutan," ujar Kepala Desa Uso.


Dalam sambutannya mewakili pihak PT Panca Amara Utama, Hermawan Adi Santoso, External Relation & Security Manager menyampaikan informasi kontribusi dan komitmen teknis konservasi Maleo oleh PT PAU.

  1. Capaian Pelepasan: Hingga saat ini, PT PAU telah melepasliarkan total 430 ekor burung Maleo.

  2. Kontribusi Populasi: Kontribusi ini mewakili sekitar 10% hingga 12% dari total populasi yang kini diperkirakan di bawah 4.000 ekor.

  3. Janji Reintroduksi: Khusus untuk telur yang berasal dari Dusun 2 Desa Uso ini, PT PAU berkomitmen untuk menetaskan dan merawatnya, kemudian melepaskannya kembali ke wilayah Diongan. Hal ini bertujuan agar populasi Maleo di habitat asalnya tetap terjaga secara berkelanjutan.

Mewakili PT PAU Hermawan Adi Santoso juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Uso, Lembaga Adat serta stakeholder yang telah menyerahkan telur maleo tersebut ke konservasi yang dikelola PT PAU.

“ini penting bagi kita semua, nah melalui acara ini terjadi sebuah sinergi, kita mendapatkan telur ini yang boleh dibilang ini pertama kali, kami mendapatkan kiriman telur secara resmi dari masyarakat adat didukung semua stakeholder yang ada di sini kepada kami, untuk dikonservasikan, sebuah kehormatan tersendiri bagi kami untuk menerima telur ini” Jelasnya.


Pada kesempatan yang sama, Umar Syamsuddin Abdul, S.Sos, Camat Batui turut memberikan sambutan dan arahan dengan menekankan pentingnya menyelaraskan modernisasi dan kearifan lokal. Ia mengingatkan bahwa burung Maleo merupakan inti dalam tradisi ratuhan tahun “Mombowa Tumpe dan Molabot Tumbe” yang telah menjadi salah satu agenda budaya nasional.

"Kita harus bangga, di tengah perkembangan zaman, masyarakat di Dusun 2 Desa Uso tetap memegang teguh komitmen menjaga alam. Sinergi antara Pemerintah Desa, Lembaga Adat, dan industri seperti PT PAU adalah kunci agar Maleo tidak hanya menjadi sejarah, melainkan tetap lestari di tanah Batui," tegas Camat Batui.

 

  

Kegiatan ditutup dengan prosesi simbolik peletakan telur burung maleo ke dalam fasilitas inkubasi konservasi PT PAU dan foto bersama.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Desa Uso

Kecamatan Batui

Kabupaten Banggai

Provinsi Sulawesi Tengah

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia